Senin, 24 Oktober 2011

SIRI' Titipan Langit..




Irdam, lelaki lajang berdarah bugis yg lahir dan besar di kota Makassar 35 tahun silam, lelaki yg cukup mapan dgn profesinya sebagai karyawan tetap di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternama di kota Makassar, dari segi usia tentunya dia sudah cukup matang untuk hidup berkeluarga, namun kesibukan kantor yang lebih banyak menyita waktu, pikiran dan tenaga sepertinya menjadi alasan utama sehingga Irdam belum menunaikan Sunnah Rasul itu. Alasan ini mungkin sepele dan sangat sederhana di mata orang-orang tua yg hidup dipedalaman, tapi fenomena ini cukup banyak terjadi di Kota Metropolitan dgn peradaban modern yg terus mengikis nilai-nilai budaya lokal.
Bagi seorang Irdam, lelaki dgn wajah biasa-biasa saja, soal pernikahan bukanlah perkara gampang, mencari dan menentukan pendamping hidup tak semudah memilih sandal jepit dipasar senggol, masih terngiang jelas ditelinganya pesan spiritual dari seorang Kyai semasa dia bersekolah di Madrasah Aliyah (sederajat SMU) dulu bahwa jika ingin memilih seorang Wanita utk menjadi pendamping hidup maka yang paling pertama adalah : pilihlah ia karena hartanya, karena kecantikannya, karena keturunannya dan karena agamanya, tapi jika  kamu ingin selamat dunia dan akhirat maka pilihlah Wanita yang baik agamanya…. Sungguh satu persoalan yg cukup rumit bagi Irdam, menemukan wanita sperti itu butuh penelusuran yg cukup lengkap disertai data-data rekam jejak masa lalu wanita tersebut, bagaimana pergaulannya, bagaimana kondisi keluarganya, seperti apa kehidupan agamanya, dan yang tak kalah pentingnya juga karena butuh waktu utk bertaaruf, menemukan chemistry diantara mereka. Sebuah pengembaraan MAHABBAH yang cukup terjal dan berliku utk menuju puncak sakral yaitu PERNIKAHAN….

Senja di akhir bulan Februari itu terasa sangat hangat,, siluet merah nampak memayungi langit, desiran angin barat membawa senandung buluh perindu dari para perindu di Negeri Rantau… Irdam termenung diteras rumahnya yg sejuk, sambil menikmati secangkir Capucchino cita rasa coklat Italia, ditemani sepiring pisang goreng keju buatan ibu. Senja yg hening, baginya hari ini  adalah momentum yang takkan terlupakan seumur hidupnya, siang tadi prosesi Ma’duta (Melamar) telah dilalui dgn lancar, Wanita yg terpilih itu bernama Ayumi Saraswaty, sebuah nama yg indah secantik wajahnya yg ayu dan lembut, tubuhnya yg tinggi semampai, bekerja sebagai Pegawai disalah satu Instansi di Kota Makassar. Wanita ini dikenalnya melalui sebuah situs jejaring sosial di internet, perkenalan yg singkat dan unik, karena semua serba kebetulan dan tanpa terencana, tapi getar-getar Cinta itu hadir mengurai logika, meleburkan sekat-sekat ego, memenjarakan rasa dalam sbuah Rindu yg terasa lebih lezat dari kue brownies coklat…. Dan irdam memutuskan utk memilih wanita itu,… Ahhhh,, Cinta memang selalu penuh kejutan..

Hari yang dinanti pun tiba, 17 April jam 10.00 WITA, ijab qabul terlaksana dgn lancar, tanpa terbata-bata irdam melafalkannya, tersungging senyum bahagia, akhirnya Wanita ini telah menjadi Halal baginya, wanita yang menjadi pelabuhan “Phinisi Hatinya” setelah mengarungi Samudera dalam Pengembaraan MAHABBAH. Dengan mengucap Basmalah irdam mencium kening Ayumi sebagai tanda Cinta dan kasih sayang, dan Ayumi pun mencium tangan Irdam, lelaki terbaik yg dipilihkan Tuhan untuknya. Upacara Sakral “Tudampenni” yg dihiasi ornament-ornamen lokal khas Bugis Makassar berlangsung sangat meriah.

…… 18 April jam 07.00 pagi,  Irdam berdiri tegak tak bergeming sedikitpun di jendela kamar, pandanganx menerawang jauh keluar, tatapan itu lurus dan penuh beban ribuan ton, sudah hampir satu jam dia berdiri tanpa suara, hanya asap rokok yang terus mengepul dari mulutnya, disudut ranjang pernikahan berwarna merah jambu, ayumi duduk menunduk, air matanya menetes disertai isakan tangis yg tersendat-sendat. 
                “Ayumi, masih bisakah esok hari kamu bertahan hidup dengan saya? Disaat Cinta dan Kasih sayang itu tak ada lagi untukmu?, sanggupkah kamu menjalani hidup dgn saya sedangkan kebencian ini begitu kuat melekat kepadamu? Mengapa tidak dari awal kamu jujur pada saya? Kenapa mesti saya tahu semua setelah saya memilih untuk menikahimu?” nada suara Irdam meninggi, lembut tapi sangat menusuk.
Tangis ayumi semakin keras, dia beranjak bersimpuh memeluk erat kaki suaminya, tapi tak sedikitpun irdam bergeming, dia tetap kokoh berdiri, pandangannya menerawang jauh,  dia tak pernah menyangka bahwa Wanita yang dia nikahi ini ternyata sudah tidak Perawan, tak ada darah perawan yg memancar dimalam pertama, dan wanita ini mengakui kekhilafan “sebuah dosa terindah” yang telah dia lakukan dengan mantan pacarnya sebeleum mengenal irdam.
                “Kak irdam, maafkan saya,, maaf beribu maaf karna saya tidak jujur kepada kakak sebelum pernikahan kita, karena saya takut jika saya jujur tentang keadaan saya pasti kakak tidak jadi menikahi saya” lirih tapi penuh bulir-bulir air mata, ayumi memohon kepada suaminya.
                “dik ayumi, bertahun-tahun saya tegar menjaga keperjakaan demi sebuah komitmen dan  niat akan saya persembahkan kepada  Wanita perawan yang menjadi calon Ibu utk anak-anak saya kelak, saya simpan rapi sebentuk Cinta untuk Wanita Salehah yang kelak akan bertahta di Hati saya hingga di akhir usia saya nanti, tapi ternyata saya telah salah memilihmu…… saya kira semua cukup sampai disini, saya kira pasti kamu takkan mungkin bisa bertahan hidup dengan lelaki yang tak lagi Mencintaimu…. Perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita demi menjaga nama baik dan SIRI’ keluarga kita…” Talak satu telah keluar dari lisan Irdam….!
                “ahhhh,, Cinta,,, kau telah menusukku terlalu dalam, sangat perih… hidup memang kadang tak adil…” gumam Irdam dalam hatinya yang telah terkoyak….

Pituppulo  Lima Juta upake madduta,
Wassele resoku lima taung ittana,
Nakullena kasi nabelleanga sanreseng
Janda de’ nengka nabotting kasi ulolongeng

(potongan syair lagu bugis ini mewakili perasaan Irdam yg hancur meng-abu.., dia menuliskannya dalam buku e-diary dilaptopnya)


Watampone, 9 Oktober 2010


Negeri Bola ; Anak Kecil pun Punya Impian..




Saya memilih 3 lagu sebagai pengiring ketika menuliskan catatan ini ; lagu waka waka milik shakira, K’naan dengan Wavin’ Flag dan lagu Indonesia ; Aishiteru – shifilia…….. lagu yg terakhir ini memang paling asyik utk mjd teman mengingat banyak kenangan masa kecil dulu…… hehehe..

Sekumpulan anak-anak dengan tawa dan canda memainkan sebuah bola plastik murah kira-kira seharga Rp. 5000, bola yang dibeli dari hasil menyisihkan uang jajan mereka, keceriaan itu diiringi dengan teriakan ketika mereka berhasil menciptkan goooool digawang lawan, seketika suasana lorong depan rumahku menjadi sprt kehebohan Piala Dunia di Afsel sana. Begitulah cara mereka menikmati permainan yang menghibur ini dengan sangat sederhana, tanpa kostum mahal, tanpa sepatu bola yg harganya tak terjangkau buat mereka,..

Yaah,, bagi mereka permainan ini bukanlah sekedar hiburan semata,, tapi disitu mereka memendam sebuah impian besar, sekuat tenaga mereka ketika menendang bola tersebut , walaupun nyaris saja mengenai kaca jendelaku, tapi saya cukup menikmati keceriaan mereka,, . ketika saya Tanya salah satu dari mereka, punya impian apa ?? : “saya ingin jadi seperti MESSI yang paling hebat sedunia”…. Ada juga yg menjawab : “saya suka Ronaldo dengan tendangan mautnya”,, “saya bermimpi bisa jadi striker di Real Madrid”,,,, inilah Impian mereka,, impian yg mgkn sgt sulit terwujud di Negeri yg belum bisa berbicara dipentas Internasional seperti Negeri ini……

Tapi impian itu bukanlah hal mustahil,,,, lihatlah bagaimana seorang Didier Drogba, penyerang hebat yang berasal dari Negera Paling Miskin di Afrika, Pantai Gading,, bisa bermain diclub besar sprt Chelsea dan mendapat Gaji Milyaran Rupiah perbulan,
dan seorang “the fenomenal” LIONEL MESSI seorang bocah miskin yang tidak mampu membiayai penyakit kekurangan hormon yang dideritanya sebesar 100 ribu poundstreling,,, hingga seorang pelatih klub Barcelona Junior mengambilnya dan menyanggupi membiayai pengobatannya,, dan hutang budinya pada Barcelona telah dibayar tuntas dengan mempersembahkan tiga Thropy JUARA dari tiga kompetisi bergengsi di eropa… kemiskinan dan penyakit yang dideritanya tidak menyurutkan Impian MESSI utk menjadi pemain terhebat didunia… bahkan bocah umur kelas 4 SD didekat rumahku pun mengakui kehebatan seorang LIONEL MESSI,,,

Sepak Bola memang sbuah permainan yang saat ini telah bermetamorfosa bukan lagi sekedar permainan dan hiburan belaka, sepak bola telah berubah menjadi Industri,, bahkan dalam buku SOCCERNOMICS,, sepakbola saat ini telah menjadi sebuah Kultur dan peradaban baru… sepakbola adalah bahasa universal yang menyatukan berbagai bangsa,, disudut kota, smpai didesa terpencil pun kita sangat gampang menemukan sekumpulan orang bermain bola… disetiap ajang 4 tahunan, World Cup, Piala Eropa, orang-orang rela begadang sampai pagi hanya utk menyaksikan tim favoritnya bertanding…

Selama 2 bulan ini,,, Juni-Juli,, kita kembali disuguhkan dengan aksi aksi memukau pemain kelas dunia di ajang World CUP 2010,, perbedaan waktu membuat kita harus begadang sampai pagi,, tapi saya kira itu tak jadi soal,,, ngantuk dan kurang darah akibat begadang akan dibayar tuntas dengan senyum kepuasan menyaksikan tim Favorit memenangkan pertandingan….. (kalo utk kurang darah kayaknya bisa dituntaskan dengan 2 butir telur plus Madu,, dijamin bisa fit lagi…hehehe)……

Nikmatilah kehebohan dan keceriaan ini,, kita boleh saling menjagokan tim favorit, mendukung dengan loyalitas kuat,, bahkan menebar PERANG URAT SYARAF antar sesama pendukung di FACEBOOK, TWITTER,, etc.. (teman2 FB bisa melihat status diwall saya yg kadang menebar perang urat syaraf dgn tim lawan ARGENTINA,, hehehhe,, MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA,, sy pendukung Argentina,, utk yang lainnya Kelaut aja jadi TUDE… hahahaha…)

Nikmatilah,,, Nikmatilah…. Hiruplah Aroma Lapangan Hijau AFRIKA…. tapi jangan lupa shalat lima waktunya tetap lancar…. Hehehe…,,.
Setelah Piala Dunia ini berlalu, kita bisa saling bercerita tentang Kemenangan dan Kekalahan,,, dan IMPIAN utk NEGERI TERCINTA,,, Bravooo PSSI….!!!



Gowa, 3 Juli 2010

Puisi B.J. Habibie Untuk Almarhum Istrinya..



Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu...

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku ….

(Replay..... from Blog Nuriana.wordpress.com)

Walaupun Puisi ini sangat Kontroversi, apakah betul ini adalah karya orisinil dari Mantan Presiden RI, ataukah hanyalah ungkapan dari para pengagum Ibunda Alm. Hasri Ainun Habibie yang mencoba menuliskan keindahan hubungan Cinta mereka... dan keluarga BJ. Habibie telah menyangkal keaslian puisi ini...

Namun, meretas makna puisi ini begitu dalam, maka kita menemukan sebuah kisah keagungan Cinta dalam kesetiaan...

Sosok Alm. Hasri Ainun Habibie adalah sosok wanita hebat dibalik seorang Lelaki hebat,. kesederhanaan Beliau, jiwa keibuan dan panggilan nurani untuk mewakafkan diri pada kemanusiaan, pada Bangsa, dan keberhasilan membina Keluarga...

Mungkin bagi kita...... tidak mesti menjadi seorang Ibu Negara untuk bisa menjadi Wanita Hebat, atau Kepala Negara untuk menjadi seorang Lelaki Hebat...

Keteladanan pribadi seorang BJ. Habibie yang tidak pernah meninggalkan shalat Lail, puasa senin kamis, kecintaan Beliau pada Ilmu pengetahuan, empati pada sesama, Pemimpin (dalam konteks negara dan keluarga) yang Jujur dan Arif, kesetiaan pada keluarga tercinta cukuplah menjadi contoh untuk bisa menjadi SEORANG LELAKI HEBAT...

Dan Karakter Alm. Hasri Ainun Habibie,, seorang wanita Sederhana, seorang Ibu yang Bijak, wanita yang taat pada Agamanya, patuh pada Suaminya, menjadi Guru Keikhlasan bagi anak-anaknya, cukuplah menjadi contoh untuk menjadi SEORANG WANITA HEBAT.....

Makassar, 31 Mei 2010

10 Keraguan Lelaki Tentang Wanita Yang Akan Dinikahinya..!!




Deskripsi dibawah ini mencoba menampakkan kepermukaan hal yang bagi sebagian lelaki adalah deretan pertanyaan yg selalu menggelayut dibenak mereka pada saat memutuskan untuk mulai mencari calon pendamping hidup. Narasi ini tentunya akan ada bias ketika diletakkan dalam konteks –hak pribadi- setiap lelaki dalam menyusun daftar pertanyaan tersebut, mungkin ada yang berjumlah seperti di bawah ini, bahkan ada pula yang menarasikan dengan sederet pertanyaan sesuai dengan apa yang mereka inginkan pada sosok perempuan yang akan menjadi Ibu buat anak-anak mereka nantinya.

1. Apakah benar dia mencintaiku…?

2. Apakah dia selalu menutup auratnya ketika berada diluar rumah…?

3. Mampukah dia memberi contoh yang baik (menunaikan shalat 5 waktu, bertutur kata yang lembut dan sopan, akhlak yang baik dlm bergaul, mengajarkan mereka tentang pengetahuan dan nilai-nilai kebaikan) kepada anak-anaknya ketika saya tak berada dirumah..?

4. Bersediakah dia menjaga kehormatan keluarga nantinya, dengan tidak mengumbar rahasia keluarga yang seharusnya dia simpan…?

5. Bersediakah dia berbuat baik kepada orang tuaku dan menganggap mereka sebagai orang tuanya..?

6. Mampukah dia tetap bertahan disisiku ketika dalam kondisi yg sgt sulit..?

7. Dia akan banyak berperan dan menentukan apa yang terbaik dalam keluarga, bisakah dia tampakkan sikap kedewasaan dan naluri keibuannya untuk memutuskan apa yang terbaik untuk masa depan keluarga…?

8. Ketika dia menggunakan nafkah materi yang kuberikan kepadanya, sebagai haknya, apakah dia mampu memanfaatkannya untuk hal positif, yang lebih baik dari sekedar shopping ataupun membeli kemewahan-kemewahan yang berdampak sistemik menumbuhkan sikap manja anak-anaknya..?

9. Mampukah dia memberikan perhatiannya dan kasih sayangnya ketika aku terbaring lemah dan sakit, tidak mampu mencari nafkah untuknya…?

10. Ketika seminggu berturut-turut isi dompetku hanya Rp. 1.000,- masih bisakah dia memperlihatkan senyumannya yang paling manis, dan menyuguhkan secangkir teh, menyiapkan sarapan pagi, dan mengurus pakaian-pakaian kotorku..?

Pertanyaan-pertanyaan diatas tentunya tidak semuanya ada dibenak setiap lelaki, tapi setidaknya 1 atau 2 pertanyaan pasti pernah muncul di benak lelaki…

“Aku mencintainya, sangat mencintainya,,, Cintaku akan abadi dihati, dan saya yakin jika dia pun mencintaiku dengan keikhlasan dia menjadi Perempuan yang bisa menjawab semua keraguanku”....



Makassar, 6 Februari 2010

Perempuan-perempuan Super : Dalam Kisah Klasik Kerajaan Korea Kuno




Mhi shil ; Penjaga Stempel Kerajaan Silla.

Perempuan yang posisinya dlm Kerajaan adalah orang kedua setelah Kaisar, tapi mampu memiliki pengaruh melebihi kekuasaan Kaisar terhadap para Bangsawan atas hingga Bangsawan rendah, dengan kelihaian strategi negosiasi dan kecerdikannya mengatur alur percaturan politik di internal Kerajaan dengan tidak pernah sedikitpun keluar dari aturan teknis (konstitusi) Kerajaan dan Dewan Istana, dia seorang perempuan yang bukan berasal dari keturunan Raja, akan tetapi memiliki impian untuk menjadi seorang Kaisar.

Impiannya itulah yang membuat enerji dari libido berkuasa dalam dirinya semakin menemukan bentuk dalam momentum kelemahan Kaisar mengatur internal Kerajaannya sendiri, yang mengagumkan dari seorang Mhi-shil adalah kemampuannya menyatukan berbagai potensi yang dimilikinya dan menegosiasikan bargaining position, mengelola orang-orang loyalis hingga mereka berani mengorbankan nyawanya demi impian Mhi-Shil, dan atas nama sebuah impian, Mhi-Shil bahkan rela menggunakan segala cara demi mewujudkan impiannya itu, walaupun endingnya kemudian adalah kekalahannya dalam sebuah momentum perebutan kekuasaan yang diwarnai pertumpahan darah dalam perang saudara dengan Putri Deogman (Pewaris Sah Tahta Kerajaan), hingga dia sendiri mesti mengakhiri hidupnya dengan meminum racun, demi untuk meneruskan impiannya itu pada Putranya Huwarang Bi-dhal (yang sempat menjadi lawannya sendiri) untuk menjadi Kaisar Kerajaan Sila.

Putri Deogman (Putri Mahkota Kerajaan Sila)

Wajahnya yang ayu, lembut dan teduh (:D) senyumnya yang sesekali sangat tipis, sorotan matanya yang menghanyutkan tapi nampak aroma kecerdasan disitu, air mukanya yang tenang dalam kondisi sesulit dan sebahaya apapun, tutur katanya yang teratur dan santun, semua itu menunjukkan bahwa Perempuan ini bukan Perempuan Biasa, memang dia adalah Putri Raja, tapi status yang disandangnya tidak pernah membuatnya sombong dan berfoya-foya, bahkan dalam beberapa momentum, Sang Putri ini berhasil memecahkan persoalan pelik yang menimpa Rakyatnya. Rasa empati dan kepedulian yang tinggi terhadap Rakyatnya membuat Deogman berani melabrak berbagai kebijakan Negara yang tidak berpihak kepada rakyat. dan secara tegas menyatakan diri siap menjadi Raja untuk melakukan perubahan (reformasi) secara besar-besaran pada sistem pemerintahan. Hingga kemudian sikapnya tersebut memunculkan permusuhan antara dia dan Mhi-shil yang juga berambisi menjadi Raja.

Karakter Putri Deogman yang tegar menghadapi berbagai masalah, kemampuannya bertahan pada upaya Mhi-shil yang ingin melakukan pembunuhan terhadap dirinya, konsistensi dia pada nilai-nilai kebenaran yang diyakininya, keberpihakannya pada penderitaan rakyatnya, adalah satu kekuatan yang membuatnya berhasil menduduki tahta Kerajaan dengan mendapatkan dukungan luas dari rakyatnya dan juga dari beberapa bagian kecil Bangsawan yang sangat setia padanya.

Tapi Deogman tetaplah seorang perempuan yang dalam dirinya ada kelembutan, yang dilubuk hatinya paling dalam ada Cinta dan Kasih sayang. Menjadi seorang Raja bukanlah perkara gampang, dihadapkan pada berbagai persoalan pelik dan rumit, potensi kudeta yang masih terpendam dibenak beberapa Bangsawan, belum lagi adanya berbagai ancaman serbuan dari Negara tetangga yang ingin menguasai dan menginvasi kerajaannya, dia pun butuh tempat bersandar dan berkeluh kesah.

Rasa cintanya yang dia pendam pada Yu-shil (seorang lelaki berkarakter dewasa, perhatian, pelindung dan bertanggung jawab) dan disisi lain Bi-dhal yang juga mengharapkan cinta darinya, semua itu harus dia tepis dan menguburnya dalam-dalam, demi untuk melaksanakan amanah sebagai seorang Raja yang harus mewakafkan seluruh hidupnya untuk kesejahteraan rakyatnya dan kejayaaan Negaranya. Putri Deogman bukanlah perempuan cengeng yang jiwanya serapuh air mata yang mengalir di pipinya, dalam kondisi sesulit apapun dia tetap tegar dan berpikir jernih, tidak larut dalam perasaannya secara berlebihan, dia menepis semua ego-nya demi untuk rasa sayangnya pada rakyatnya, dia menomor duakan semua ego-nya demi untuk amanah dan tanggung jawab yang diembannya. Dan dalam memimpin pemerintahan, dia merangkul semua potensi, bahkan terhadap orang yang pernah memusuhinya.

Sungguh typikal Perempuan seperti ini sangatlah langka, semoga serial tivi ini bisa menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan Asia dan khusus untuk Perempuan Indonesia … :D

Perempuan,.Kembalilah Ke Rumah !

Nurul Azkiyah, Ponakanku yg lucu


Catatan ini ADALAH COPAS dr sbuah blog yg menarik n inspiratif dibaca (dlm pandangan subyektifitas ke-adam-an saya)

Hari ini, saya dititipkan seorang bocah centil berumur 5 tahun bernama NAYLA, ”NAY” nama panggilannya, putri dari sahabat saya, ada syurga tersendiri untuk saya bisa bermain dengan bocah secentil saya sewaktu seumur dia menemaninya selama seharian memberi saya banyak pelajaran berharga :)
Ada yang menarik dari perempuan kecil ini, seharian yang ia mainkan adalah boneka gundul yang seperti bayi kecil yang seolah olah anaknya yang harus ia beri susu, gantikan popoknya, beri makan dan minum, meninabobokan dan membacakan buku dongeng apa saja hingga si boneka bayi itu tertidur Ada yang lebih menarik lagi dari semua yang Nay mainkan adalah ia sibuk memainkan trolly belanjaannya seolah keluar masuk supermarket sambil menggendong boneka bayinya, kemudian Nay memasak dengan segala alat masak mainannya dan memberi makan boneka bayinya….
Subhanallah …
Ternyata, setiap manusia itu dilahirkan dengan fitranya dan nalurinya sejak kecil bahkan sejak bayi, perempuan dengan naluri keperempuanan seperti Nay yang sejak usia sedemikian kecil dengan naluri menjadi Ibu rumah tangga, menjaga anak, mendongengkan, menina bobokan dan memberi makan dan minum, kemudian memasak dan membereskan rumah, sangat MENYENTUH naluri keperempuanan saya, yang hingga saat ini belum mampu memasak, hahaha :)
Subhanallah ya ALLAH ya Nurul Qolbu [again and again], tak henti saya berguman dan takjub akan apa yang saya lihat seharian ini.

Saya jadi teringat ketika sahabat sahabat saya sempat bingung melihat tujuan hidup saya untuk menjadi Ibu rumah tangga yang bekerja dirumah sambil menjaga anak anak, atau bekerja yang bisa sambil membawa anak anak saya ketempat saya bekerja, menjadi guru atau penulis misalnya atau membuka toko one stop shoping for muslimah dan sahabat sahabat saya bilang “kalau kaya gitu sih, gak usah kuliah S2 kali De” dan saya menjawabnya dengan senyum bahwa di jiwa saya terus berkembang bahwa Ibu yang cerdas akan menghasilkan anak anak yang cerdas, itu artinya ijazah kuliah untuk membuat anak anak cerdas bukan? gak sia sia dong :) setuju gak?
Sekali lagi, ini SEMATA MATA PEMIKIRAN SAYA SAJA yah [takut diprotes para perempuan di era global nih ]
Saya selalu terpikir bahwa kantor itu bukan tempatnya perempuan, bukan tempatnya seorang Ibu, dengan berbagai alasan misalnya “anak akan mandiri jika Ibu bekerja De”, apa tega anak umur 0-10 tahun harus mandiri? apakah mendidik mereka untuk mandiri dengan meninggalkan mereka? saya sering melihat anak anak yang dititipkan kepada si nenek atau nenek mertua, koq tega yah? bukankah orang tua kita harusnya menikmati saat saat indah bersama cucu di akhir pekan, jadi bukan dibebankan untuk mengganti popok, mengejar ngejar si kecil yang tak mau makan? ya ALLAH … Ibu sudah lelah, janganlah dibebani dengan hal yang melelahkan ini sudah lelah mengurus kita sewaktu kita kecil bukan? dan kini kita lelahkan tubuh keriputnya dengan urusan anak anak kita… mau nangis rasanya saya.
Sewaktu saya seumur Nay, saya sangat menginginkan seorang Ibu yang dengan tangan lembutnya akan membelai kepala saya setiap kali saya membutuhkan cinta, menyambut dipintu setiap kali saya pulang sekolah dengan senyum yang termanis didunia, dengan pelukan terhangat diatas bumi ALLAH ini, kemudian menemani saya makan sambil mendengarkan celoteh saya menceritakan isi dunia kecil saya dan kemudian menemani saya bobo sambil bersenandung atau membacakan dongeng dongeng hingga saya terlelap dibobo di pelukan Ibu …. dan ketika saya bangun maka Ibu lah yang pertama kali akan saya cari.
ya ALLAH titp salam untuk Ibu di syurgaMU
Lalu ketika untuk alasan sudah sekolah tinggi tinggi masa cuma jadi Ibu rumah tangga De, tegakah saya melepas semua keindahan dunia sebagai Ibu, melihat mulut mungil yang kekenyangan karena makanan yang mereka lahap dari tangan lembut saya, adalah syurga dibanding promosi sebagai manager dikantor yang hanya membuat bangga bos saya, mana lebih berharga? melihat kaki kaki kecil menggeliat menginjak bumi karena saya yang menuntunnya untuk melangkah mungkin adalah imbalan yang pas atas jerih payah saya sewaktu sekolah dulu? apa gaji puluhan juta lebih indah dari kaki kaki kecil ini?
Ah … mungkin rasa ini hanya berlaku untuk perempuan perempuan seperti saya yang tidak dibesarkan oleh seorang Ibu yang melahirkan saya mungkin ini hanya untuk perempuan yang cara pandangnya sesederhana saya, menjadi Ibu, karena menurut saya menjadi perempuan itu sangat mudah loh, semua tinggal minta sama suami, kebutuhan jasmani kan tinggal minta sama suami, apalagi kebutuhan batin pasti dikasih lah gak perlu minta oopppsss !!!

Dan, saya menghayal seandainya semua perempuan berada dirumah mungkin global warming bisa berkurang karena mobil berkurang dijalan, dan perempuan bisa bertaman dirumah dan para lelaki sekarang katanya lebih suka istrinya bekerja jadi selevel gitu, emang menjadi Ibu beda level dengan menjadi Ayah yah
Bukankah di AlQuran memang tugas lelaki dan perempuan itu berbeda, atau kita sudah berani bilang AlQuran gak up to date lagi tuh di zaman sekarang atau, atau imam dalam rumah tangga telah diambil oleh perempuan sehingga laki laki takut meminta istrinya untuk dirumah bersama para buah hati, berarti gagal dong amanah ALLAH untuk menjadi imam bagi sang suami bukan?
Bukankah tanggung jawab ini akan dihisab di akhirat nanti? dan kita diamkan hanya karena takut istrinya lari ke pengadilan agama karena gak boleh kerja? lebih takut mana sama azab ALLAH, atau jangan jangan perempuan udah jadi berhala yang disembah para lelaki? atau akhirat bukan lagi tujuan berumah tangga… *sok tahu nih Ade*
Nauzubilahimindzalik !!
Ah sudahlah, Saya mau main dengan Nay lagi, belajar lagi dari dunia kecilnya yang indah :)

(baca selengkapx di http://rinduku.wordpress.com/2009/07/01/perempuan-kembalilah-kerumah/)

Makassar, 9 januari 2010 

Menafsirkan Bahasa Presiden..!




Perseteruan dua institusi penegak hukum (KPK-Polri) kini mulai memasuki babak selanjutnya, setelah konferensi pers sikap Presiden SBY terkait Rekomendasi tim 8 tadi malam (senin 23 Nov 2009 jam 21.00 WITA), segala spekulasi publik terhadap responsibility RI 1 akhirnya perlahan mulai terjawab, RI 1 dalam pernyataannya sangat merespon arus besar rakyat –secara massif terlihat dari banyaknya caci maki, saran, keluhan, support bahkan pesimisme yg muncul di jejaring Facebook- dan meminta “dalam bahasa yang implisit” agar :

1. Kasus Bibit-Chandra agar diselesaikan diluar pengadilan, tdk diteruskan ketahap berikutnya
2. Meminta Kejaksaan dan Kepolisian agar melakukan pembenahan terhadap internal institusinya.

Dari Komunikasi publik yang dilakukan RI 1 untuk mengakhiri polemik KPK vs POLRI, setidaknya 2 hal diatas yg menjadi important point dari keseluruhan pidato “yg menurut beberapa kalangan sangat bertele-tele, muter2, ngambang, gak jelas”.
Lalu yg menjadi Pertanyaan kemudian adalah :

1. Jika kasus ini tdk diteruskan ketahap selanjutnya, secara teknis bagaimana mekanismenya..???, apakah Jaksa Agung menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2),dan Kapolri meneken Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3)..??? padahal ada yg harus dipertegas bahwa untuk membongkar jejaring Mafia Hukum maka harus ada upaya Hukum yang secara gamblang akan membuka semua tabir gelap selama ini apa yg terjadi di Institusi Penegak hukum kita, utamanya ditubuh Polri, Kejagung, dan juga Pengadilan. Masyarakat sekali lagi ingin mendengar rekaman-rekaman penyadapan lain seperti yg diperdengarkan oleh MK, bukan tidak mungkin banyak percakapan telepon selular lain yg lebih hebat dari mr. anggodo…

2. Bagaimana sikap Presiden terhadap tuntutan masyarakat agar KAPOLRI dan Jaksa Agung Mundur dari jabatannya krn tdk mampu membersihkan institusinya dari praktek kotor “pengaturan kasus”. dan tdk mampu mendeteksi dan membersihkan para MARKUS-MARKUS yang lalu lalang didalam kantornya..???

3. Tak sedikitpun ada respon RI 1 yang nyerempet bapak anggodo, seorang taipan bisnis yg bisa menggoyang kursi Kabareskrim dan Wakil Jaksa Agung, apa sanksi hukum bagi seorang anggodo yang secara eksplisit “berniat dan mengupayakan perbuatan suap milyaran rupiah terhadap aparat penegak hukum”…??? (walaupun bukti materil terjadix suap belum ada, tp keterangan Ari Muladi bhw yg mnjadi otak penyuapan adl Anggodo)

Tentunya pertanyaan-pertanyaan diatas juga ada di benak teman-teman, Pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh Sang Presiden, sebagai benteng terakhir harapan rakyat disaat klimaksnya Ketidakpercayaan terhadap Institusi Penegak Hukum kita……..
Bukan tidak mungkin disaat klimaks itu akhirnya secara sporadis bisa menimbulkan efek sosial yang sangat destruktif,………
Dan Bahasa Rakyat adalah “bahwa Hukum dan Keadilan hanya milik orang yang punya duit”, terbukti dgn adanya kasus nenek Minah wanita tua yang divonis 1,5 tahun penjara hanya karena mengambil tanpa izin 3 buah coklat dikebun milik PT. Rumpun Sari Antan…. (Astaghfirullah… sungguh memiriskan…) disaat yang bersamaan Anggoro sang koruptor Milyaran yg kini buron bisa menikmati indahnya senja dikota kecil Singapura… dan adiknya Anggodo bisa asyik bertelepon ria dgn Mantan Jamintel Kejagung….

Sekali lagi kita ingin mendengarkan Bahasa Presiden yang lebih Jelas dan Konkrit…rit..rit…rit....

Makassar, 24 November 2009